Halaman

Selasa, 29 Oktober 2013

Budidaya Emprit Jepang

Burung satu ini memang masih belum populer seperti jenis finch lainnya. Mengingat memang emprit jepang bukan tipe burung kicau atau burung hias yang mahal harganya. Hal tersebut kemudian membuat para penangkar enggan menangkar burung ini. Namun, yang menjadi keunggulan emprit jepang adalah bahwa burung ini sangat bagus untuk digunakan sebagai baby sitter atau babu untuk merawat anakan burung lain seperti zebra finch, gould amadine, blackthroat atau bahkan kenari sekalipun serta jenis-jenis finch lainnya. Burung emprit mempunyai sifat penyayang yang luar biasa sehingga bersedia merawat anakan burung lain, sama seperti dia merawat anaknya sendiri. hal inilah yang biasanya dimanfaatkan oleh para penangkar. Mereka mempercayakan anakan burung-burung mahal mereka diasuh oleh induk emprit jepang.
Emprit jepang bisa Anda peroleh dengan harga 150-250 ribu per pasang. Sangkar yang dibutuhkanpun tidak perlu terlalu besar. Sangkar dari bambu ukuran standar yang banyak dijual di pasar-pasar sudah lebih dari cukup untuk reproduksi burung ini. Makanan burung ini sama seperti burung-burung pemakan biji pada umumnya. Millet, juwawut, canary seed, dan jagung manis adalah makanan yang sangat digemari burung ini.
Sekarang bagaimana membudidayakan emprit jepang?
Menurut pengalaman saya, emprit jepang adalah jenis burung yang paling mudah dan paling cepat beranak-pinaknya. Jadi bagi anda yang baru memulai bisnis ternak burung dan masih hijau tentang dunia perburungan, emprit jepang adalah burung yang paling saya rekomendasikan untuk ditangkarkan sebagai sarana pembelajaran dan pembiasaan diri sebelum Anda mulai menangkarkan jenis-jenis burung lainnya.
Apa-apa saja yang perlu disiapkan?
Peratama-tama tentunya adalah indukan. Indukan minimal harus berumur 3 bulan. Sehat secara fisik, pergerakan lincah, nafsu makan besar dan tidak cacat. Yang kedua adalah kandang beserta sarang di dalamnya. Sarang bisa terbuat dari rotan atau batok kelapa. Letakkan sarang di pojok paling atas dan beri material bahan berupa rumput kering atau bisa juga serat nanas. Sebarkan sedikit material bahan tadi dilantai kandang agar diangkut sendiri oleh indukan ke dalam sarang untuk ditata sendiri. Setelah 1-2 hari biasanya burung sudah mulai bertelur. Emprit jepang rata mampu bertelur antara 3-6 butir telur. Bahkan saya pernah menemui emprit jepang yang mempunyai telur sampai 8 butir. Telur-telur tersebut akan menetas dalam 14 hari. Jangan lupa tambahkan makanan extra berupa jagung manis atau gambas ketika anakan menetas. Jagung atau gambas sangat bermanfaat untuk tambahan protein dan nutrisi bagi anakan emprit jepang. Ketika anakan tadi sudah keluar sarang dan mampu makan sendiri, anakan boleh langsung dipisahkan dari induk agar indukan mulai berproduksi lagi. Jika tidak ada rencana untuk dijual, 3 bulan setelah penetasan, anakan tadipun siap untuk menjadi indukan berikutnya. Dengan begitu emprit jepang Anda akan berlipat ganda dengan sangat cepat.
Simple dan mudah bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar