Halaman

Selasa, 29 Oktober 2013

Budidaya Kenari


Kenari merupakan salah satu burung yang hingga saat ini tetap terjaga stabilitas harganya. Tidak seperti Lovebird atau burung tangkar lainnya yang ketika mengalami over produksi, harganya pun terkadang langsung terjun bebas. Hal itu tidak berlaku bagi kenari. Hal yang membuat burung ini tetap terjaga stabilitasnya adalah karena kenari merupakan tipe burung kicau yang kicauannya banyak digemari para kicau mania. Tidak heran bila Kenari masih tetap menjadi favorit ketika burung-burung jenis lain mulai merosot popularitasnya. Burung yang menyukai udara panas ini juga tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan. Syaratnya hanyalah kesabaran dan ketelatenan dalam membiasakan diri dengan burung cantik ini. Makanan yang harus Anda sediakanpun sangat mudah Anda peroleh. Umumnya burung ini diberi pakan biji-bijian terutama canary seed, sawi putih dan telur puyuh untuk tambahan protein. Berikut ini saya berikan beberapa informasi tentang kenari yang mungkin bisa menjadi bahan referensi Anda dalam mempelajari, syukur-syukur kalau berminat menangkarnya.

I. Siapkan indukan jantan dan betina
Hal pertama yang harus Anda lakukan tentunya adalah dengan menyiapkan indukan jantan dan betina. Indukan ini sendiri bisa Anda peroleh di pasar-pasar burung terdekat di kota Anda. Namun saya sarankan agar Anda membeli indukan langsung dari penagkar yang sudah lama bergelut dengan dunia burung, terutama kenari itu sendiri. Dengan membeli langsung pada penangkar, diharapkan bahwa burung kenari yang Anda beli benar-benar dalam keadaan kondisi sangat baik, tahu persis umur kenari karena biasanya penagkar yang baik bisa mengingat umur momongan-momongannya :D

II. Mengawinkan indukan
Mengawinkan kedua indukan adalah langkah berikutnya yang harus Anda lakukan. Sebaiknya sebelum disatukan dalam satu kandang, kedua calon indukan dipisah dulu di kandang yang berbeda. Biarkan si jantan gacor dan menarik perhatian si betina. Namun jika ketika Anda membeli indukan, indukan tersebut sudah pernah produksi tinggal dicampur saja. Setelah disatukan, induk betina biasanya akan mulai menyusun sarang. Untuk sarang, bisa anda gunakan rotan atau batok kelapa (di pasar biasanya stok tak terbatas. Hampir setiap kios menyediakan, tinggal tanya kemudian beli). Bahan pembuat sarang, pilihlah bahan yang lembut. Serat nanas dianggap paling baik untuk sarang kenari (pasar juga sedia :D). Kalau tidak ada, bisa Anda ganti dengan rerumputan kering atau serat batok kelapa. Tata terlebih dahulu sebagian bahan ke dalam sarang, lalu sisanya disebar di lantai kandang biar berikutnya menjadi urusan betina untuk dipercantik dan dibuat sesuai standar kenyamanannya. Tidak sampai satu minggu biasanya indukan betina akan mulai bertelur. Jumlah telur biasanya rata-rata 3-5 butir dengan masa pengeraman 14 hari.

III. 1 jantan untuk 2 betina?
Apa maksudya? Ini adalah salah satu keuntungan kenari. Satu indukan jantan bisa untuk mengawini 2 indukan betina. Dengan cara seperti ini, Anda bisa menghemat indukan jantan. Namun yang harus jadi catatan adalah kandang harus berbeda, betina tidak boleh dalam satu kandang. Caranya, pagi biarkan jantan kawin dengan betina A. Tidak butuh waktu lama, biasanya dalam satu jam saja bisa terjadi 2-3 kali perkawinan. 6 jam kemudian, jantan tersebut bisa dikawinkan dengan betina B. Ulangi kegiatan tersebut selama 3-4 hari. Ketika proses pengeraman, jantan bisa dipisahkan dari masing-masing induk. Indukan betina mampu mengerami telurnya sendiri tanpa bantuan si jantan. Selama proses pengeraman, usahakan gangguan dari diminimalkan agar tidak terlalu mengganggu. Hindari pindah-pindah kandang atau menaik-turunkan kandang selama proses pengeraman. Bahkan akan lebih baik kalau kegiatan tersebut dimulai dari ketika indukan kawin dan mulai bertelur. Andalah yang harus mau mengalah demi momongan Anda :D.

IV. Merawat anakan
Hari ke-14 biasanya anakan kenari mulai menetas. Jika masih ada telur yang belum menetas, ada baiknya kalau dibiarkan dulu selama 2-3 hari. Jika selama waktu itu telur masih belum menetas juga, telur boleh langsung diangkat dan dibuang karena kemungkinan besar memang tidak menetas/ invertil. Anakan kenari yang berhasil menetas akan langsung diasuh oleh induknya. Berikan tambahan pakan berupa telur puyuh atau jagung manis untuk memaksimalkan pertumbuhan anakan kenari dan membuat anakan lebih sehat. Dalam waktu lebih kurang satu bulan atau ketika anakan sudah keluar sarang dan mampu makan tanpa disuapi induknya, anakan tadi bisa dipisah. Biarkan indukan kawin untuk produksi selanjutnya. Umur 6-7 bulan anakan tadi bisa menjadi indukan baru dan siap produksi.


Itulah sedikit langkah simple dalam budidaya kenari menurut pengalaman yang pernah saya alami. Perlu diingat bahwa kenari adalah burung yang tidak terlalu senang dengan hawa dingin. Anda dapat menambahkan bola lampu dengan daya 60 watt (rekomendasi) hingga maksimal 100 watt. Terutama di musim hujan, lampu dan kerodong adalah hal yang perlu diperhatikan keberadaanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar