Burung satu ini memang masih belum populer seperti jenis finch lainnya. Mengingat memang emprit jepang bukan tipe burung kicau atau burung hias yang mahal harganya. Hal tersebut kemudian membuat para penangkar enggan menangkar burung ini. Namun, yang menjadi keunggulan emprit jepang adalah bahwa burung ini sangat bagus untuk digunakan sebagai baby sitter atau babu untuk merawat anakan burung lain seperti zebra finch, gould amadine, blackthroat atau bahkan kenari sekalipun serta jenis-jenis finch lainnya. Burung emprit mempunyai sifat penyayang yang luar biasa sehingga bersedia merawat anakan burung lain, sama seperti dia merawat anaknya sendiri. hal inilah yang biasanya dimanfaatkan oleh para penangkar. Mereka mempercayakan anakan burung-burung mahal mereka diasuh oleh induk emprit jepang.
Emprit jepang bisa Anda peroleh dengan harga 150-250 ribu per pasang. Sangkar yang dibutuhkanpun tidak perlu terlalu besar. Sangkar dari bambu ukuran standar yang banyak dijual di pasar-pasar sudah lebih dari cukup untuk reproduksi burung ini. Makanan burung ini sama seperti burung-burung pemakan biji pada umumnya. Millet, juwawut, canary seed, dan jagung manis adalah makanan yang sangat digemari burung ini.
Sekarang bagaimana membudidayakan emprit jepang?
Menurut pengalaman saya, emprit jepang adalah jenis burung yang paling mudah dan paling cepat beranak-pinaknya. Jadi bagi anda yang baru memulai bisnis ternak burung dan masih hijau tentang dunia perburungan, emprit jepang adalah burung yang paling saya rekomendasikan untuk ditangkarkan sebagai sarana pembelajaran dan pembiasaan diri sebelum Anda mulai menangkarkan jenis-jenis burung lainnya.
Apa-apa saja yang perlu disiapkan?
Peratama-tama tentunya adalah indukan. Indukan minimal harus berumur 3 bulan. Sehat secara fisik, pergerakan lincah, nafsu makan besar dan tidak cacat. Yang kedua adalah kandang beserta sarang di dalamnya. Sarang bisa terbuat dari rotan atau batok kelapa. Letakkan sarang di pojok paling atas dan beri material bahan berupa rumput kering atau bisa juga serat nanas. Sebarkan sedikit material bahan tadi dilantai kandang agar diangkut sendiri oleh indukan ke dalam sarang untuk ditata sendiri. Setelah 1-2 hari biasanya burung sudah mulai bertelur. Emprit jepang rata mampu bertelur antara 3-6 butir telur. Bahkan saya pernah menemui emprit jepang yang mempunyai telur sampai 8 butir. Telur-telur tersebut akan menetas dalam 14 hari. Jangan lupa tambahkan makanan extra berupa jagung manis atau gambas ketika anakan menetas. Jagung atau gambas sangat bermanfaat untuk tambahan protein dan nutrisi bagi anakan emprit jepang. Ketika anakan tadi sudah keluar sarang dan mampu makan sendiri, anakan boleh langsung dipisahkan dari induk agar indukan mulai berproduksi lagi. Jika tidak ada rencana untuk dijual, 3 bulan setelah penetasan, anakan tadipun siap untuk menjadi indukan berikutnya. Dengan begitu emprit jepang Anda akan berlipat ganda dengan sangat cepat.
Simple dan mudah bukan?
Halaman
▼
Selasa, 29 Oktober 2013
Budidaya Murai Batu
Saya adalah fans berat dari burung ini. Tampilannya yang garang, gagah, kokoh dan terkesan galak benar-benar mencerminkan karakter laki-laki. Burung dengan ciri khas ekor super panjang dengan suara kicauannya yang khas plus power yang kuat menjadi ciri utama burung ini. Tidak heran bila di setiap kontes burung, murai batu tidak pernah absen kita jumpai di dalam perlombaan. Saking terkenalnya burung ini, bahkan beberapa penagkar mencoba untuk membudidayakannya. Hasilnya ada yang berhasil, setengah berhasil, atau bahkan ada yang sudah berbulan-bulan namun tidak menghasilkan apa-apa. Menangkar burung-burung berkarakter karnivora/ pemakan daging memang sedikit lebih sulit dibandingkan membudidayakan burung-burung pemakan biji-bijian. Tidak terkecuali juga murai batu.
Bagi penagkar pemula, yang memiliki mental instan, biasanya mereka akan menyerah di tengah jalan bila menemui sesuatu yang menyusahkan dan kelihatannya akan berlangsung lama. Kemudian banting stir lagi ke jenis yang lain dan begitu seterusnya. Namun bagi penangkar yang sudah senior, biasanya mereka akan tetap sabar menunggu. Mereka benar-benar menghargai yang namanya proses. Dan ketika proses itu menghasilkan, ada kepuasan tersendiri yang benar-benar melegakan.
Saya termasuk pemula (instaner)? Anda bagaimana? Semoga Anda tidak mengikuti jejak saya :D.
Oke, kita langsung saja ke bahasan. Lalu bagaimana kita bisa membuat murai batu mau bertelur dalam sangkar?
Mari saya tuntun ke langkah-langkah berikut! Intinya cuma sabar, tidak perlu terburu-buru. Belanda masih jauh!!!
Langkah pertama tentu Anda harus menyiapkan indukan jantan dan betina.
Indukan bisa anda dapatkan dengan membeli di penangkar (recomended) atau membeli di pasar-pasar burung terdekat di kota Anda. Ada dua jenis Murai yang sekarang lagi trend. Murai Borneo (kalimantan) dan Murai Medan. Yang disebutkan terakhir nampaknya masih menjadi favorit kicau mania. Calon indukan jantan usahakan sudah berumur 2 tahun atau untuk lebih maksimalnya 2,5 tahun. Untuk indukan betina, diatas 1 - 1,5 tahun dirasa sudah matang dan siap produksi. Murai Batu siap produksi biasanya dibanderol 2-5 jutaan per pasang.
Selanjutnya adalah menyiapkan kandang untuk perkawinan kedua induk, jantan dan betina.
Anda tidak perlu menyiapkan kubah raksasa untuk membuat Murai Batu mau bersarang seperti di alam liar. Cukup sediakan ruang 100x100 cm dan tinggi sekitar 200 cm (2 meter-an), burung Murai Batu pun siap bertelur di dalamnya. Disetiap sisinya bisa Anda beri kawat sebagai penutup. Untuk alas usahakan biarkan tetap alami (tanah) dengan diberi sedikit tambahan pasir. Beri juga tempat angkringan untuk hinggap dan tidur burung. Usahakan pilih kayu yang kering dan keras (cth. kayu asem).
Langkah berikutnya, menjodohkan Murai Batu.
Ini adalah bagian yang paling menyenangkan. Kenapa saya bilang paling menyenangkan? Karena kalau saya bilang susah, biasanya Anda langsung pasang muka kusut dan gak lanjut baca :D. Tapi percaya sama saya. Bagian ini benar-benar bagian yang paling menyenangkan dari semua kegiatan penangkaran Murai Batu. Seninya tuh disini!!!
Langsung saja saya bagi rahasianya. Intinya tadi apa? SABAR!!
1. Pastikan kalau kedua indukan benar-benar siap produksi.
2. Ketika indukan datang, jangan langsung dimasukkan menjadi satu kandang. Kecuali memang belinya sudah jadi pasangan. Kalau begitu kasusnya, sah-sah saja kalau indukan langsung disatukan. Biasanya cuma butuh waktu beberapa hari bagi pasangan Murai Batu untuk membiasakan diri dengan kandang baru. Kalau bisa, angkringan lama (angkringan di tempat sebelumnya) pasang ke kandang baru untuk mempercepat proses adaptasi.
3. Full kerodong ketika proses perkenalan/ perjodohan berlangsung!
4. Pisahkan jantan-betina dengan jarak kurang lebih 7 meter. Burung jantan yang birahi biasanya akan gacor ketika mendengar ada burung lain (betina) di sekitarnya. Biarkan seperti ini hingga kurang lebih 2 hari.
5. Semakin lama jarak semakin dipersempit menjadi 5 dan 3 meter sampai sekitar hari ke-6, sangkar ditempelkan tanpa jarak, namun tetap dalam kondisi dikerodong! Biasanya dalam kondisi seperti ini, jantan akan semakin menggila.
6. Hari ke-7 jarak dibuat 0,5 meter antara jantan dan betina. Beri extra-fooding (ef) berupa jankgrik di kandang jantan. Tanda-tanda keberhasilan adalah si jantan biasanya mencoba menyuapi betina dengan mencoba menjulur-julurkan jangkrik ke arah betina. Begitu juga dengan betina. Si betina akan mencoba menggapai jangkrik yang ditawarkan oleh si jantan.
7. Hari ke-8, indukan jantan dan betina bisa dipindahkan ke kandang besar. Jika berhasil biasanya mereka akan saling akur dan tidak terjadi aksi kejar-mengejar. Jika sudah begini tinggal nunggu Murai Batu segera kawin. Namun jika masih bertengkar, kejar-kejaran, terutama jantan yang biasanya lebih agresif, maka segera pisah dan ulangi langkah-langkah di atas sampai dua-duanya benar-benar berjodoh (SABAR!!!).
Berikutnya yang tidak kalah penting adalah sediakan tempat sarang lebih dari satu tempat sarang. Biar nanti murai batu sendiri yang menentukan, dimana dia mau bertelur.
Ketika Murai Batu mulai bertelur, perhatikan asupan makanannya. Berikan porsi jangkrik dan kroto 2 kali lipat dari biasanya. Murai Batu akan bertelur 3-4 butir. Dan dalam 14 hari telur-telur itu akan menetas kemudian mulai diasuh oleh induknya. Setelah anakan berumur 2 mingguan, Anda bisa menentukan mau Anda asuh sendiri agar indukan cepat berproduksi lagi atau tetap diasuh oleh induk dengan konsekwensi waktu reproduksi yang cukup lama. Semuanya terserah pada anda!
Bagi penagkar pemula, yang memiliki mental instan, biasanya mereka akan menyerah di tengah jalan bila menemui sesuatu yang menyusahkan dan kelihatannya akan berlangsung lama. Kemudian banting stir lagi ke jenis yang lain dan begitu seterusnya. Namun bagi penangkar yang sudah senior, biasanya mereka akan tetap sabar menunggu. Mereka benar-benar menghargai yang namanya proses. Dan ketika proses itu menghasilkan, ada kepuasan tersendiri yang benar-benar melegakan.
Saya termasuk pemula (instaner)? Anda bagaimana? Semoga Anda tidak mengikuti jejak saya :D.
Oke, kita langsung saja ke bahasan. Lalu bagaimana kita bisa membuat murai batu mau bertelur dalam sangkar?
Mari saya tuntun ke langkah-langkah berikut! Intinya cuma sabar, tidak perlu terburu-buru. Belanda masih jauh!!!
Langkah pertama tentu Anda harus menyiapkan indukan jantan dan betina.
Indukan bisa anda dapatkan dengan membeli di penangkar (recomended) atau membeli di pasar-pasar burung terdekat di kota Anda. Ada dua jenis Murai yang sekarang lagi trend. Murai Borneo (kalimantan) dan Murai Medan. Yang disebutkan terakhir nampaknya masih menjadi favorit kicau mania. Calon indukan jantan usahakan sudah berumur 2 tahun atau untuk lebih maksimalnya 2,5 tahun. Untuk indukan betina, diatas 1 - 1,5 tahun dirasa sudah matang dan siap produksi. Murai Batu siap produksi biasanya dibanderol 2-5 jutaan per pasang.
Selanjutnya adalah menyiapkan kandang untuk perkawinan kedua induk, jantan dan betina.
Anda tidak perlu menyiapkan kubah raksasa untuk membuat Murai Batu mau bersarang seperti di alam liar. Cukup sediakan ruang 100x100 cm dan tinggi sekitar 200 cm (2 meter-an), burung Murai Batu pun siap bertelur di dalamnya. Disetiap sisinya bisa Anda beri kawat sebagai penutup. Untuk alas usahakan biarkan tetap alami (tanah) dengan diberi sedikit tambahan pasir. Beri juga tempat angkringan untuk hinggap dan tidur burung. Usahakan pilih kayu yang kering dan keras (cth. kayu asem).
Langkah berikutnya, menjodohkan Murai Batu.
Ini adalah bagian yang paling menyenangkan. Kenapa saya bilang paling menyenangkan? Karena kalau saya bilang susah, biasanya Anda langsung pasang muka kusut dan gak lanjut baca :D. Tapi percaya sama saya. Bagian ini benar-benar bagian yang paling menyenangkan dari semua kegiatan penangkaran Murai Batu. Seninya tuh disini!!!
Langsung saja saya bagi rahasianya. Intinya tadi apa? SABAR!!
1. Pastikan kalau kedua indukan benar-benar siap produksi.
2. Ketika indukan datang, jangan langsung dimasukkan menjadi satu kandang. Kecuali memang belinya sudah jadi pasangan. Kalau begitu kasusnya, sah-sah saja kalau indukan langsung disatukan. Biasanya cuma butuh waktu beberapa hari bagi pasangan Murai Batu untuk membiasakan diri dengan kandang baru. Kalau bisa, angkringan lama (angkringan di tempat sebelumnya) pasang ke kandang baru untuk mempercepat proses adaptasi.
3. Full kerodong ketika proses perkenalan/ perjodohan berlangsung!
4. Pisahkan jantan-betina dengan jarak kurang lebih 7 meter. Burung jantan yang birahi biasanya akan gacor ketika mendengar ada burung lain (betina) di sekitarnya. Biarkan seperti ini hingga kurang lebih 2 hari.
5. Semakin lama jarak semakin dipersempit menjadi 5 dan 3 meter sampai sekitar hari ke-6, sangkar ditempelkan tanpa jarak, namun tetap dalam kondisi dikerodong! Biasanya dalam kondisi seperti ini, jantan akan semakin menggila.
6. Hari ke-7 jarak dibuat 0,5 meter antara jantan dan betina. Beri extra-fooding (ef) berupa jankgrik di kandang jantan. Tanda-tanda keberhasilan adalah si jantan biasanya mencoba menyuapi betina dengan mencoba menjulur-julurkan jangkrik ke arah betina. Begitu juga dengan betina. Si betina akan mencoba menggapai jangkrik yang ditawarkan oleh si jantan.
7. Hari ke-8, indukan jantan dan betina bisa dipindahkan ke kandang besar. Jika berhasil biasanya mereka akan saling akur dan tidak terjadi aksi kejar-mengejar. Jika sudah begini tinggal nunggu Murai Batu segera kawin. Namun jika masih bertengkar, kejar-kejaran, terutama jantan yang biasanya lebih agresif, maka segera pisah dan ulangi langkah-langkah di atas sampai dua-duanya benar-benar berjodoh (SABAR!!!).
Berikutnya yang tidak kalah penting adalah sediakan tempat sarang lebih dari satu tempat sarang. Biar nanti murai batu sendiri yang menentukan, dimana dia mau bertelur.
Ketika Murai Batu mulai bertelur, perhatikan asupan makanannya. Berikan porsi jangkrik dan kroto 2 kali lipat dari biasanya. Murai Batu akan bertelur 3-4 butir. Dan dalam 14 hari telur-telur itu akan menetas kemudian mulai diasuh oleh induknya. Setelah anakan berumur 2 mingguan, Anda bisa menentukan mau Anda asuh sendiri agar indukan cepat berproduksi lagi atau tetap diasuh oleh induk dengan konsekwensi waktu reproduksi yang cukup lama. Semuanya terserah pada anda!
Budidaya Kenari
Kenari merupakan salah satu burung yang hingga saat ini tetap terjaga stabilitas harganya. Tidak seperti Lovebird atau burung tangkar lainnya yang ketika mengalami over produksi, harganya pun terkadang langsung terjun bebas. Hal itu tidak berlaku bagi kenari. Hal yang membuat burung ini tetap terjaga stabilitasnya adalah karena kenari merupakan tipe burung kicau yang kicauannya banyak digemari para kicau mania. Tidak heran bila Kenari masih tetap menjadi favorit ketika burung-burung jenis lain mulai merosot popularitasnya. Burung yang menyukai udara panas ini juga tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan. Syaratnya hanyalah kesabaran dan ketelatenan dalam membiasakan diri dengan burung cantik ini. Makanan yang harus Anda sediakanpun sangat mudah Anda peroleh. Umumnya burung ini diberi pakan biji-bijian terutama canary seed, sawi putih dan telur puyuh untuk tambahan protein. Berikut ini saya berikan beberapa informasi tentang kenari yang mungkin bisa menjadi bahan referensi Anda dalam mempelajari, syukur-syukur kalau berminat menangkarnya.
I. Siapkan indukan jantan dan betina
Hal pertama yang harus Anda lakukan tentunya adalah dengan menyiapkan indukan jantan dan betina. Indukan ini sendiri bisa Anda peroleh di pasar-pasar burung terdekat di kota Anda. Namun saya sarankan agar Anda membeli indukan langsung dari penagkar yang sudah lama bergelut dengan dunia burung, terutama kenari itu sendiri. Dengan membeli langsung pada penangkar, diharapkan bahwa burung kenari yang Anda beli benar-benar dalam keadaan kondisi sangat baik, tahu persis umur kenari karena biasanya penagkar yang baik bisa mengingat umur momongan-momongannya :D
II. Mengawinkan indukan
Mengawinkan kedua indukan adalah langkah berikutnya yang harus Anda lakukan. Sebaiknya sebelum disatukan dalam satu kandang, kedua calon indukan dipisah dulu di kandang yang berbeda. Biarkan si jantan gacor dan menarik perhatian si betina. Namun jika ketika Anda membeli indukan, indukan tersebut sudah pernah produksi tinggal dicampur saja. Setelah disatukan, induk betina biasanya akan mulai menyusun sarang. Untuk sarang, bisa anda gunakan rotan atau batok kelapa (di pasar biasanya stok tak terbatas. Hampir setiap kios menyediakan, tinggal tanya kemudian beli). Bahan pembuat sarang, pilihlah bahan yang lembut. Serat nanas dianggap paling baik untuk sarang kenari (pasar juga sedia :D). Kalau tidak ada, bisa Anda ganti dengan rerumputan kering atau serat batok kelapa. Tata terlebih dahulu sebagian bahan ke dalam sarang, lalu sisanya disebar di lantai kandang biar berikutnya menjadi urusan betina untuk dipercantik dan dibuat sesuai standar kenyamanannya. Tidak sampai satu minggu biasanya indukan betina akan mulai bertelur. Jumlah telur biasanya rata-rata 3-5 butir dengan masa pengeraman 14 hari.
III. 1 jantan untuk 2 betina?
Apa maksudya? Ini adalah salah satu keuntungan kenari. Satu indukan jantan bisa untuk mengawini 2 indukan betina. Dengan cara seperti ini, Anda bisa menghemat indukan jantan. Namun yang harus jadi catatan adalah kandang harus berbeda, betina tidak boleh dalam satu kandang. Caranya, pagi biarkan jantan kawin dengan betina A. Tidak butuh waktu lama, biasanya dalam satu jam saja bisa terjadi 2-3 kali perkawinan. 6 jam kemudian, jantan tersebut bisa dikawinkan dengan betina B. Ulangi kegiatan tersebut selama 3-4 hari. Ketika proses pengeraman, jantan bisa dipisahkan dari masing-masing induk. Indukan betina mampu mengerami telurnya sendiri tanpa bantuan si jantan. Selama proses pengeraman, usahakan gangguan dari diminimalkan agar tidak terlalu mengganggu. Hindari pindah-pindah kandang atau menaik-turunkan kandang selama proses pengeraman. Bahkan akan lebih baik kalau kegiatan tersebut dimulai dari ketika indukan kawin dan mulai bertelur. Andalah yang harus mau mengalah demi momongan Anda :D.
IV. Merawat anakan
Hari ke-14 biasanya anakan kenari mulai menetas. Jika masih ada telur yang belum menetas, ada baiknya kalau dibiarkan dulu selama 2-3 hari. Jika selama waktu itu telur masih belum menetas juga, telur boleh langsung diangkat dan dibuang karena kemungkinan besar memang tidak menetas/ invertil. Anakan kenari yang berhasil menetas akan langsung diasuh oleh induknya. Berikan tambahan pakan berupa telur puyuh atau jagung manis untuk memaksimalkan pertumbuhan anakan kenari dan membuat anakan lebih sehat. Dalam waktu lebih kurang satu bulan atau ketika anakan sudah keluar sarang dan mampu makan tanpa disuapi induknya, anakan tadi bisa dipisah. Biarkan indukan kawin untuk produksi selanjutnya. Umur 6-7 bulan anakan tadi bisa menjadi indukan baru dan siap produksi.
Itulah sedikit langkah simple dalam budidaya kenari menurut pengalaman yang pernah saya alami. Perlu diingat bahwa kenari adalah burung yang tidak terlalu senang dengan hawa dingin. Anda dapat menambahkan bola lampu dengan daya 60 watt (rekomendasi) hingga maksimal 100 watt. Terutama di musim hujan, lampu dan kerodong adalah hal yang perlu diperhatikan keberadaanya.
Rabu, 23 Oktober 2013
Kenapa pertanian, peternakan dan budidaya digabungkan dengan Bahasa Inggris!
Blog ini berisi informasi tentang pertanian, peternakan, budidaya, dan satu lagi adalah Bahasa Inggris. Kok gak nyambung ya? Apalagi bidang yang disebutkan terakhir? Tidak ada hubungannya sama sekali dengan tiga hal lainnya yang disebutkan di awal.
Kenapa pertanian?
Saya tinggal di daerah yang mayoritas, bahkan hampir seluruh penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Saya sendiripun adalah anak seorang petani. Jadi, dengan demikian, dengan tidak bermaksud untuk menyombongkan diri, saya sedikit banyak paham tentang dunia ke-pertanian-an (*cek kamus*).
Yang kedua, kenapa peternakan?
Peternakan sangat bisa anda lakukan tanpa Anda harus belajar terlebih dahulu. Tidak perlu kuliah hingga empat tahun lamanya agar Anda bisa menjadi peternak yang hebat. Intinya adalah "piara". Apapun itu yang menjadi peliharaan anda jika itu menghasilkan, berarti Anda sudah menjadi seorang peternak. Tergantung Anda! Mau dibuat kecil atau besar?
Yang ketiga, Budidaya?
Apa yang mau dibudidayakan? SEMUANYA. Apapun bisa kita budidayakan. Pertanian? Tomat, cabai, terung, jagung, pepaya, singkong, dan masih banyak lagi. Peternakan? Tidak perlu saya sebutkan, Anda pun sudah bisa menebak jalan pikiran saya. Semua yang hidup, baik itu tumbuhan maupun hewan semuanya bisa dibudidayakan. Hal itulah nanti yang pengen saya share pada Anda.
Mari kita buat bangsa ini maju dengan mengelola apa yang kita punya. Tidak perlu iri melihat kekayaan bangsa lain. Punya kita sudah lebih dari cukup!!!
Lha terus yang terakhir? Apa apa dengan Bahasa Inggris?
Hahaha :D, pada dasarnya saya adalah seorang Mahasiswa Bahasa Inggris ketika tulisan ini saya buat. Saya kuliah dan per tanggal 12 April 2012 diterima bekerja sebagai seorang tutor di salah satu kursus Bahasa Inggris di kota dimana saya kuliah, kota Kudus. I like simple English. Dan itulah alasan saya mengikutsertakan Bahasa Inggris ke dalam blog ini. Mari kita sama-sama belajar Bahasa Inggris. Bahasa Inggris itu sederhana, gak pake rumus. Rumus hanya untuk matematika dan fisika.
Dan suatu saat nanti, saya ingin memperkenalkan kekayaan negara saya pada dunia. Since they do not know Bahasa Indonesia, so I have to show them with English. That's enough for me!!!!
Kenapa pertanian?
Saya tinggal di daerah yang mayoritas, bahkan hampir seluruh penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Saya sendiripun adalah anak seorang petani. Jadi, dengan demikian, dengan tidak bermaksud untuk menyombongkan diri, saya sedikit banyak paham tentang dunia ke-pertanian-an (*cek kamus*).
Yang kedua, kenapa peternakan?
Peternakan sangat bisa anda lakukan tanpa Anda harus belajar terlebih dahulu. Tidak perlu kuliah hingga empat tahun lamanya agar Anda bisa menjadi peternak yang hebat. Intinya adalah "piara". Apapun itu yang menjadi peliharaan anda jika itu menghasilkan, berarti Anda sudah menjadi seorang peternak. Tergantung Anda! Mau dibuat kecil atau besar?
Yang ketiga, Budidaya?
Apa yang mau dibudidayakan? SEMUANYA. Apapun bisa kita budidayakan. Pertanian? Tomat, cabai, terung, jagung, pepaya, singkong, dan masih banyak lagi. Peternakan? Tidak perlu saya sebutkan, Anda pun sudah bisa menebak jalan pikiran saya. Semua yang hidup, baik itu tumbuhan maupun hewan semuanya bisa dibudidayakan. Hal itulah nanti yang pengen saya share pada Anda.
Mari kita buat bangsa ini maju dengan mengelola apa yang kita punya. Tidak perlu iri melihat kekayaan bangsa lain. Punya kita sudah lebih dari cukup!!!
Lha terus yang terakhir? Apa apa dengan Bahasa Inggris?
Hahaha :D, pada dasarnya saya adalah seorang Mahasiswa Bahasa Inggris ketika tulisan ini saya buat. Saya kuliah dan per tanggal 12 April 2012 diterima bekerja sebagai seorang tutor di salah satu kursus Bahasa Inggris di kota dimana saya kuliah, kota Kudus. I like simple English. Dan itulah alasan saya mengikutsertakan Bahasa Inggris ke dalam blog ini. Mari kita sama-sama belajar Bahasa Inggris. Bahasa Inggris itu sederhana, gak pake rumus. Rumus hanya untuk matematika dan fisika.
Dan suatu saat nanti, saya ingin memperkenalkan kekayaan negara saya pada dunia. Since they do not know Bahasa Indonesia, so I have to show them with English. That's enough for me!!!!